Gambaran Karakteristik dan Luaran pada Preeklamsi Awitan Dini dan Awitan Lanjut Di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

Santi Maria Burhanuddin, Sofie Rifayani Krisnadi, Dini Pusianawati

Abstract


Abstrak
Tujuan: Meneliti karakteristik dan luaran pada preeklamsia awitan dini dan awitan lambat di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung.
Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Data diambil dari rekam medis.
Hasil:  Terdapat 347 pasien preeklamsi, 137 preeklamsi awitan dini, 192 awitan lambat dan 18 eklamsi. Distribusi umur preeklamsi awitan dini 20 sampai <30 tahun yaitu 45 orang (32,85%) dan umur >35 tahun 45 orang (32,85%), pada awitan lambat tersering pada umur >35 tahun 64 orang (33,33%). Distribusi paritas preeklamsi awitan dini paritas 1−3 yaitu 102 orang (74,5%) dan awitan lambat 118 orang (61,5%). Luaran bayi menunjukkan bayi yang lahir sesuai usia kehamilan pada preeklamsi awitan dini sebanyak 83,9% dan awitan lambat sebanyak 77,6% dan nilai APGAR 1 menit 7-10 pada preeklamsi awitan dini adalah 46% dan awitan lambat adalah 72,4%. Sindrom HELLP parsial adalah komplikasi terbanyak, yaitu 64 kasus (18,44%),  39 kasus pada  preeklamsi awitan dini, dan 22 kasus pada preeklamsi awitan lambat.
Kesimpulan: Tidak ada perbedaan signifikan luaran bayi antara preeklamsia awitan dini dan awitan lambat. Komplikasi tersering adalah sindroma HELLP parsial.

Kata kunci: Karakteristik, luaran, preeklamsia awitan dini, awitan lambat.
  Abstract
Objective: To describe the characteristics and outcome in early onset and late onset pre-eclampsia at Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung.
Method: A cross sectional study with retrospective approach by examining medical record at Dr. Hasan Sadikin General Hospital.
Result: Showed 347 patients preeclampsia,137 early-onset preeclampsia, 192 late-onset and 18 eclampsia. Distribution by age in early-onset preeclampsia by age group 20 to <30 years ie 45 women (32.85%) and age >35 years ie 45 women (32.85%), late onset age group >35 years ie 64 women (33.33. Distribution based on parity in early onset preeclampsia in the 1−3 parity group of 102 women (74.5%) and late-onset of 118 women (61.5%). Infant outcome average for gestational age at early-onset of 83.9% and late-onset of 77.6% and APGAR value of 1 min 7−10  in early-onset was 46% and late-onset was 72.4%. The partial HELLP syndrome was the most common complication, ie 64 cases (18.44%), with the occurrence of early-onset preeclampsia 39 cases, in the late-onset 22 cases.
Conclusion: No significant difference was found in infant outcome between the two groups . The most common complication is partial HELLP syndrome.

Key words: Characteristics, outcomes, early onset preeclampsia, late onset preeclampsia.



Full Text:

PDF

References


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2015. Edisi. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI; 2016.

WHO. Maternal Mortality Rate. 2013 [diunduh tanggal 10 mei 2017]; Tersedia dari: .

Huppertz B. Placental Origins of Preeklampsia: Challenging the Current Hipothesis. Hypertension. 2008. p. 970-5.

Tribawono A. Pengelolaan preeklamsi-eklamsi di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Naskah lengkap POGI Bandung di PIT XIII Malang Bagian/SMF Obgin FK Unpad /RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung. 2002.

Martaadisoebrata D, Wirakusumah F, Effendi J. Obstetri Patologi. Jakarta: EGC; 2013.

Cunningham FG, Gant NF, Leveno KJ, Gilstrap LC Hypertensive disorder in pregnancy. William Obstetric. 23 ed. United States of America: McGraw-Hill; 2005. p. 741-808.

Sudhaberata K. Penanganan Pre Eklampsia Berat dan Eklampsi. Cermin Dunia Kedokteran. UPF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Tarakan Kalimantan Timur. 2008;26−30.

Bas B. van Rijn. Early onset preeclampsia. Constitutional factors and consequences for future pregnancy outcome and cardiovascular health. Thesis, Utrecht University, 2008.

Solomon CGS, Ellen W. Hypertension in Pregnancy. Endrocinol Metab Clin N Am 35.2011.Dec;40 (4);847−63.

Estina V C, Delima E R, Gunanegara R F. Karakteristik Penderita Preeklamsi dan Eklamsi yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Immanuel Bandung Periode Tahun 2006 – 2008. JKM. 2010;9:150-54.

Rozikhan. Faktor-faktor risiko terjadinya pre- eklampsia berat di rumah sakit Dr. H. Soewondo Kendal (tesis). Semarang: Universitas Diponegoro; 2007.

Aghamohammadi A, Nooritajer M. Maternal age as a risk factor for pregnancy outcomes: maternal, fetal and neonatal complication. Afr J Pharm Pharmacol. 2011;5(2): p 264-9.

Langelo W, Arsin AA, Russeng S. Faktor risiko kejadian preeklampsia Di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar Tahun 2011-2012. Makassar: Universitas Hasanuddin; 2012.

Parra-cordero M, rodrigo R, Barja P, Bosco C, Rencoret G, Sepulveda-martinez A, Quezada S. Prediction of early and late preeclampsia from maternal characteristic, uterine artery doppler and markers of vasculogenesis during first trimester of pregnancy. Ultrasound Obstet Gynecol. 2013;41:538-544.

Roberts J, Hubel C. The two stage model of preeclampsia: variations on the theme. J.Placenta. 2009;30: S32-S37.

Raras AA, 2011. Pengaruh Preeklamsia Berat Pada Kehamilan Terhadap Keluaran Maternal Dan Perinatal Di RSUP Dr. Kariadi Semarang Tahun 2010. Artikel penelitan. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Winkjosastro H., 2007. Ilmu Kebidanan. Edisi ketiga, cetakan kesembilan, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo, Jakarta. p. 281-301.

Sibai BM. The HELLP Syndrome (hemolysis, elevated liver enzymes and low trombosit counts) : Much ado About Nothing ?. AmJ Obstet Gynecol 1990 ; 162 : 311–6.

Siregar MF. Luaran Janin dan Ibu pada Penderita Preeklampsiaa di RSUD Dr. Pirngadi Medan. Medan : Universitas Sumatera Utara. Tesis. 1997.

Sofoewan S. Pregnancy Outcome of Women with Severe Preeclampsia With and Without HELLP Syndrome. Dalam : AUFOG Accredited Ultrasound and Workshop. Bandung. 2001.




DOI: http://dx.doi.org/10.24198/obgynia.v1n2.12

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Redaksi

 

KSM/Dep Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran RSUP Dr. Hasan Sadikin

Jl. Pasteur No 38 Bandung 40161 

Telp: 0813-2012-9954

Email: obgyniajurnal@gmail.com

 

 

 




Indexed By
         



Web Analytics
View My Stats

Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science @2017