Hubungan Umur dan Paritas Ibu dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBRL) pada Ibu Bersalin di RSUD Waled Tahun 2018 – 2021

Nunung Nurbaniwati, Wiranti Permata Dewi, Defa Rahmatun Nisaa


Abstract


Tujuan: Menganalisis hubungan antara umur dan paritas ibu dengan kejadian bayi bblr pada ibu bersalin di RSUD Waled tahun 2018 – 2021.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan metode cross sectional dengan sampel 247 responden. Peneliti menggunakan data sekunder dengan analisis univariat, bivariat menggunakan uji korelasi spearmen, dan multivariat dengan uji regresi logistik.
Hasil: Peneliti mendapatkan hasil persentase sebesar 50,2% ibu bersalin yang mengalami bayi bblr dan 49,8% ibu bersalin tidak mengalami bblr. Hubungan umur ibu dengan bblr menunjukan hasil bermakna, dengan kekuatan korelasi kuat (p=0,000, rs=0,625), hubungan paritas dengan bblr kekuatan korelasi lemah (p=0,000, rs=0,265) pada kelompok paritas grandemultipara memiliki jumlah terbanyak 13 orang  (81,25%) menunjukan hasil bermakna dan memiliki hubungan kuat (p= 0,017 rs=4,68%) dengan kejadian bblr. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian bayi bblr adalah umur ibu yang memiliki nilai Exp(B) paling tinggi sebesar 27.612 diikuti dengan faktor paritas memiliki nilai Exp(B) sebesar 5.155.
Kesimpulan: Terdapat hubungan umur dan paritas ibu dengan kejadian bayi bblr pada ibu bersalin di RSUD Waled pada tahun 2018 – 2021. Variabel yang memiliki hubungan paling bermakna yaitu umur ibu menyajikan hasil bermakna sebanyak 43,3% rs=0,625.

The correlation between Maternal Age and Parity with Incidence of Low Birth Weight (LBW) Babies in Mothers Giving Birth at Waled Hospital in 2018 – 2021

Abstract
Objective: To analyze the relationship between age and parity of the mother and the incidence of LBW babies in mothers giving birth at Waled Hospital in 2018–2021.
Method: This research is an observational study using a cross sectional method with a sample of 247 respondents. Researchers used secondary data with univariate analysis, bivariate using Spearmen’s correlation test and multivariate with logistic regression test.
Results: Researchers obtained percentage results of 50.2% of mothers who gave birth having LBW babies and 49.8% of mothers who gave birth who did not experience LBW. The relationship between maternal age and LBW showed significant results, with a strong correlation (p=0.000, rs=0.625), parity and LBW had a weak correlation (p=0.000, rs=0.265) in the grandemultipara parity group with the highest number of 13 (81, 25%) showed significant results and had a strong relationship (p = 0.017 rs = 4.68%) with the incidence of LBW The factor that most influenced the incidence of LBW babies was the age of the mother who had the highest Exp(B) value of 27,612 followed by the parity factor has an Exp(B) value of 5,155.
Conclusion: There is a relationship between age and maternal parity with the incidence of LBW babies among women giving birth at Waled Hospital in 2018 – 2021. The variable that had the most significant relationship, namely maternal age, presented significant results of 43.3%, rs=0.625.

Key words: Maternal age, Parity, Low Birth Weight.


Keywords


Umur ibu, paritas, Berat Badan Lahir Rendah.

Full Text:

PDF

References


Yuliani DR, Sarigih E.Astuti A, dkk. Asuhan kehamilan konsep dasar dan proses kehamilan. Yayasan kita menulis. 2021;1(5):2–20.

Ferinawati, Sari S. The factors associated the incidene of low birtht weight (LBW) in the Jeumpa Community Health Center Bireuen District. J. Healthc. Technol. Med. 2020;4:1–9.

Sofiana N, Akri JY, Suhartik. Hubungan paritas dan usia ibu dengan kejadian BBLR di RS BEN MARI Malang. Jurnal ilmiah obstetric gynekologi dan Ilmu Kesehatan.2019;7(2):32–42

Kurniasari L. Hubungan paritas, jarak kelahiran dan riwayat preeklamsi dengan jejadian BBLR di RSIA Annisa kota jambi tahun 2017. Scientia Journal.2018; 7(1).

Mouliza N, Pratiwi D. Hubungan umur, paritas dan pemeriksaan kehamilan dengan Bayi Berat Lahir Rendah. Jurnal Kesehatan. 2019: 277–84.

Fatimah F. Hubungan paritas, jarak kehamilan dan hipertensi pada kehamilan dengan kejadian BBLR di puskesmas bantargadung tahun 2021. Journal of health sciences. 2023;2(2):562–568.

Unicef. Low birthweight [Internet]. unicef data. 2019 [cited 2021 Aug 3]. Tersedia dari dari https://data.unicef.org/topic/nutrition/low-birthweight/.

Mulyati I. Determinan kejadian berat badan lahir rendah Kecil Masa Kehamilan (KMK) dan sesuai masa kehamilan (SMK) di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 2022.

Aryana IN, Sari KA, Aryani P. Faktor risiko kejadian berat bayi lahir rendah di RSUP Sanglah Denpasar Bali Indonesia. Intisari Sains Medis. 2021;12(2):431.

Budiarti I, Rohaya, Silababan T. Faktor–faktor yang berhubungan dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi.2022;22:195.

WHO. Global Nutrition Targets 2025: Low birth weight policy brief [Internet]. Geneva; 2018.

Novitasari A, Hutami MS, Pristya TYR. Pencegahan dan pengendalian BBLR di Indonesia. Indonesia journal of health development. 2020;2(3):175–82.

Sakti Berli. Upaya sektor kesehatan masyarakat dalam tantangan bonus demografi di Jawa Barat. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. 2020.

Dinkes Jawa Barat. Profil kesehatan Jawa Barat tahun 2018. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. 2018;14–42.

Dinkes Jawa Barat. Profil kesehatan Jawa Barat tahun 2019. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. 2019; 30–36.

Kementerian Kesehatan RI. Profil kesehatan Indonesia 2021. Jakarta: Balitbang Kementerian Kesehatan RI. 2021.

Dinas Kesehatan Jawa Barat. Jumlah bayi berat badan lahir rendah (BBLR) berdasarkan Kabupaten/Kota di Jawa Barat [Online] 2021. Tersedia dari: https://opendata.jabarprov.go.id.

Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. Laporan tahunan Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Tahun 2021.

Rahmat B, Aspar H, Massae M. Faktor–faktor yang berhubungan dengan kejadian Bayi berat lahir rendah (BBLR) di Rumkit Tk II Pelamonia Makasar Tahun 2019. Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia.2019;3(1):72–78.

Fransiska D, Sarinengsih Y, Novitasari TS, Suhartini S. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di RSUD Kabupaten Bandung. Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel. 2020;14(2):105-12.

Rosita S, Afrianti T. Hubungan faktor ibu dengan kejadian BBLR di puskesmas indrajaya kabupaten aceh jaya.Jurnal Pendidikan, sains dan humaniora. 2021;9(3):518–525.

Manurung P, Helda. Hubungan riwayat komplikasi saat hamil dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di Indonesia. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia. 2020.

Yulianti L. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2021:50–3.

Agustin S, Setiawan BD, Fauzi MA. Klasifikasi berat badan lahir rendah (BBLR) pada bayi dengan metode learning vector quantization (LVQ). Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. 2019;3(3).

Liznindya. Hubungan usia ibu hamil dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di desa serangmekar ciparay kabupaten bandung tahun 2021. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia. 2023;3(1):1-5.




DOI: http://dx.doi.org/10.24198/obgynia/v6.n3.587

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


     
     

Creative Commons License
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
  Web Analytics
  View My Stat