Etika Klinik sebagai Ciri dari Profesionalisme dalam Pelayanan Obstetri dan Ginekologi

Hadi Susiarno


Abstract


Pelayanan kesehatan sudah dikenal sejak berabad-abad yang lalu. Upaya tersebut bukan hanya untuk mengobati atau menghilangkan penyakit saja, tetapi juga harus disertai dengan rasa puas dan nyaman bagi orang sakitnya. Untuk bisa mencapai upaya tersebut, pelayanan kesehatannya harus mengandung dua unsur, yaitu biomedis dan etika. Yang dimaksud dengan biomedis itu adalah kemampuan dokter untuk membuat diagnosis yang benar, alternatif terapi yang yang tepat dan aman, serta prognosis yang baik, sedangkan yang dimaksud dengan etika adalah niat, sikap dan perilaku dokter yang sabar, jujur dan ikhlas serta penuh empati dalam menangani pasiennya. Dalam perkataan lain, dokter itu harus bertindak profesional.
Telah disepakati bahwa tonggak ilmu kedokteran modern dimulai dua setengah abad yang lalu, pada saat Hippocrates memperkenalkan tradisi luhur yang menjadi ciri dan pedoman bagi perilaku para dokter. Praktik kedokteran, dari dahulu sampai sekarang. Selain harus mempunyai kompetensi klinik (ekspertis) yang baik, juga selalu dipandu berdasarkan prinsip etika. Dua di antaranya, adalah nil nocere(do not harm) dan bonum facere(do good for the patient).
Prinsip ini, setelah melalui berbagai penyesuaian dan penyempurnaan, tetap berlaku sampai sekarang. Sekarang pun, para lulusan kedokteran, diwajibkan mengucapkan Sumpah Dokter pada saat diwisuda dan diberi pedoman yang harus ditaatinya, berupa Kode Etik Kedokteran Indonesia(KODEKI)1 dan Petunjuk Teknis Praktek Kedokteran.


Keywords


hukum, etika, pelayanan obstetri, ginekologi

Full Text:

PDF

References


Kode Etika Kedokteran Indonesia: SK PB IDI No. 221/PB/A.4/04/2002.

Petunjuk Tekinis Praktek Kedokteran Indonesia, tahun 2005.

HJ Pos, dikutip dari Siswomihardjo KW, dalam “Etika Sosial dalam Perspektif Kehidupan Masyarakat Akademis”. PerNas 1 Bioetika dan Humaniora, 17-19 Agustus 2000, Yogyakarta.

Callahan D. Bioethics: Encyclopedia, Rev. Ed. 1995, Simon & Schuster and Prentice Hall International.

Lock & Donnely. Dikutip dari Hudono ST dan Winyosastro H.

Sass HM. Bioethics: Its Philosophycal Basis and Application: Bioethics, Issues and Perspectives, 1990, Pan American Health Organization, Washington, USA.

McCullough LB, Chevernak FA. Ethics in Obstetrics and Gynecology, Oxford University Press Inc. 1994.a

Abel F. Dikutip dari Jacobalis CS dalam Jembatan ke Masa Depan, Ebers Papyrus Vol. 3 No 1, 1997.

Beauchamp TL & Childress JF. Principles of Biomedical Ethics. 2nd Ed. Oxford University Press, New York and Oxford, 1993.

Pellegrino ED. The relationship of Autonomy and Integrity in Medical Ethics: Bioethics, Issues and Perspectives, 1990, Pan American Health Organization, Washington, USA.




DOI: http://dx.doi.org/10.24198/obgynia.v6i3.593

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


     
     

Creative Commons License
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
  Web Analytics
  View My Stat