EDITORIAL: Program Akselerasi Penurunan Angka Kematian Ibu POGI Jabar Zero Mother Mortality Preeclampsia (ZOOM)

Adhi Pribadi

Abstract


Pendahuluan

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Selain itu AKI merupakan salah satu target utama yang telah ditentukan oleh WHO sebagai indikator kesehatan suatu negara.1  Dari hasil survey yang dilakukan, AKI di Indonesia telah menurun dari waktu ke waktu, namun masih relatif tinggi dibandingkan negara Asia lainnya. Jumlah angka kematian ibu di Indonesia (angka nasional) tahun 1991 sebanyak 390 sedangkan pada tahun 2015 menurun mencapai 305/100.000 jumlah kelahiran hidup.2 Di sisi lain, angka kematian ibu Provinsi Jawa Barat tahun 2015 adalah sebanyak 823/100.000.3
Rendahnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan ibu hamil menjadi faktor penentu angka kematian, meskipun masih banyak faktor yang harus diperhatikan untuk menangani masalah ini. Persoalan kematian yang terjadi antara lain pendarahan, preeklamsi-eklamsi dengan komplikasi, aborsi, dan infeksi. Namun, ternyata masih ada faktor lain yang cukup penting, yaitu pemberdayaan perempuan yang belum baik, latar belakang pendidikan, sosioekonomi keluarga, lingkungan masyarakat dan kebijakan publik. Kaum lelaki pun dituntut harus berupaya lebih aktif dalam segala permasalahan bidang reproduksi. Oleh karena itu, pandangan yang menganggap kehamilan adalah peristiwa alamiah perlu diubah secara sosiokultural agar perempuan dapat lebih mendapat perhatian dari masyarakat. Sangat diperlukan upaya peningkatan pelayanan perawatan ibu oleh pemerintah, swasta, maupun masyarakat lainnya terutama suami.
Kematian ibu disebabkan oleh hipertensi dalam kehamilan (HDK) secara global menempati nomor dua setelah kasus perdarahan, demikian pula di Indonesia.4 Pada tahun 2016 dalam rangka menunjang kegiatan penurunan angka kematian ibu, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) bersama Kantor Kementerian Kesehatan mengeluarkan Panduan Nasional Praktik Kedokteran (PNPK) tentang preeklamsi yang menjadi dasar untuk pembuatan standar pelayanan preeklamsi di seluruh Indonesia dan diharapkan mampu membantu mempercepat penurunkan AKI.

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

World Health Organization. The 11 indicators of maternal, newborn and child health.Didapatkan dari: http://www.who.int/woman_child_accountability/progress_information/recommendation2/en/ (diunduh 1 Maret 2018)

Pusat Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.Angka kematian Ibu (AKI) Indonesia. Didapatkan dari: http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan Indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-2016.pdf (diunduh 1 Maret 2018)

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Angka Kematian Ibu melahirkan di Jabar. Didapatkan dari: http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/17978/2016/06/23/Angka-Kematian-Ibu-Melahirkan-di-Jabar-Tinggi .(diunduh 1 Maret 2018)

Pusat Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hipertensi dalam Kehamilan.Didapatkan dari: http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-ibu. (diunduh 1 Maret 2018)

Pusat Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Demografi Propinsi Jawa Barat. Didapatkan dari: http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/lain-lain/Data%20dan%20Informasi%20Kesehatan%20Profil%20Kesehatan%20Indonesia%202016%20-%20%20smaller%20size%20-%20web. (diunduh 1 Maret 2018)

Yu C K H, Smith G C S, Papageorghiou A T, Cacho A M, Nicolaides K H. An integrated model for the prediction of preeclampsia using maternal factors and uterine artery Doppler velocimetry in unselected low-risk women. Am J Obstet Gynecol. 2005; 193( 2): 429–36.

Sibai B, Dekker G, and Kupferminc M.Pre-eclampsia. The Lancet.2005;365(9461):785–99.

Steegers E , von Dadelszen A, Duvekot J J, Pijnenborg R. Pre-eclampsia. The Lancet.2010;376 (9741):631–44.

Bujold E, Morency A M, Roberge S, Lacasse Y, Forest J C, GiguèreY. Acetylsalicylic acid for the prevention of preeclampsia and intra-uterine growth restriction in women with abnormal uterine artery Doppler: a systematic review and meta-analysis. JOGC.2009; 31(9):818–26.

Gris J C, Chauleur C, Molinari N. Addition of enoxaparin to asetosal for the secondary prevention of placental vascular complications in women with severe pre-eclampsia. The pilot randomized controlled NOH-PE trial. Journal of Thrombosis and Haemostasis.2011;106(6):1053–1061.

De Vries J I, Van Pampus M G, Hague W M, Bezemer P D, Joosten J H. Low-molecular-weight heparin added to asetosal in the prevention of recurrent early-onset preeclampsia in women with inheritable thrombophilia: the FRUIT-RCT. Journal of Thrombosis and Haemostasis.2012; 10(1):64–72.

World Health Organization. Preeclampsia guidelines 2011. Didapatkan dari: http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/44703/1/9789241548335_eng.pdf. (diunduh 1 Maret 2018)

Hofmeyr G, Lawrie TA, Atallah ÁN, Duley L, Torloni M. Cochrane Primary Review Group: Pregnancy and Childbirth Group, published 24 June 2014.

American College of Obstetricians & Gynecologists (ACOG). Didapatkan dari: https://www.acog.org/Clinical-Guidance-and-Publications/Practice Advisories/Practice-Advisory-Low-Dose-Asetosal-and-Prevention-of Preeclampsia-Updated-Recommendations. (diunduh 1 Maret 2018)

Pemerintah Daerah Jawa Barat. Fasilitas kesehatan propinsi Jawa barat. Didapatkan dari:http://www.jabarprov.go.id/index.php/artikel/detail_artikel/381/2017/07/11/Seluruh-Rumkit-di-Jabar-Harus-Terakreditasi. (diunduh 1 Maret 2018)




DOI: http://dx.doi.org/10.24198/obgynia.v1n1.80

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Redaksi

 

KSM/Dep Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran RSUP Dr. Hasan Sadikin

Jl. Pasteur No 38 Bandung 40161 

Telp: 0813-2012-9954

Email: obgyniajurnal@gmail.com

 

 

 




Indexed By
         



Web Analytics
View My Stats

Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science @2017