Factors Associated with Neonatal Asphyxia at Dr. M. Yunus Bengkulu Hospital 2024

Adelia Utami Sebin, Desi Widiyanti, Epti Yorita, Nur Elly, Sri Yanniarti


Abstract


Objective: This study aims to analyze the factors associated with the incidence of neonatal asphyxia in newborns at Dr. M. Yunus Bengkulu Regional General Hospital
Methods: This analytical observational study employed a case-control design with a retrospective approach. The sample comprised 100 newborns, consisting of 50 asphyxia cases and 50 non-asphyxia controls. The case group was selected using simple random sampling via computer-generated randomization, while the control group was selected using systematic random sampling. Data were analyzed using the Chi-square test and binary logistic regression.
Results: The results showed that there was a relationship between gestational age (p = 0.000), preeclampsia (p = 0.014), and birth weight (p = 0.000) with the incidence of neonatal asphyxia. The type of delivery was not significantly related (p>0.05). The most dominant variable was low birth weight with a value of Exp(B) = 4.653.
Conclusion: Gestational age, preeclampsia, and birth weight are significantly associated with neonatal asphyxia, whereas the mode of delivery shows no correlation. Early detection and preventive measures are warranted, particularly for high-risk newborns such as those with low birth weight.

 

Abstrak
Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir di RSUD M. Yunus Bengkulu.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case control menggunakan pendekatan retrospektif. Sampel berjumlah 100 responden yang terdiri dari 50 kasus asfiksia dan 50 non-asfiksia. Teknik pengambilan sampel kasus menggunakan metode simple random sampling berbantuan komputer (spin method), sedangkan sampel kontrol menggunakan systematic random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik biner.
Hasil: Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara usia kehamilan (p =0.000), preeklampsia (p = 0.014), dan berat badan lahir (p = 0.000) dengan kejadian asfiksia neonatorum. Jenis persalinan tidak berhubungan secara bermakna (p>0.05). Variabel yang paling dominan adalah berat badan lahir rendah dengan nilai Exp(B) = 4.653.
Kesimpulan: Faktor yang berpengaruh terhadap kejadian asfiksia neonatorum adalah usia kehamilan, preeklamsia, dan berat badan lahir, sedangkan jenis persalinan tidak berhubungan. Diperlukan peningkatan deteksi dini faktor risiko oleh tenaga kesehatan terutama pada bayi dengan BBLR.

Kata Kunci: Asfiksia neonatorum; berat badan lahir; preeklamsia; usia kehamilan


Keywords


Neonatal asphyxia, gestational age, preeclampsia, type of delivery, birth weight

Full Text:

PDF

References


World Health Organization. Newborn mortality: Key facts. Geneva: WHO; 2024.

Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2020.

Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI; 2024.

Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Laporan Tahunan Kesehatan Provinsi Bengkulu 2023. Bengkulu: Dinkes Provinsi Bengkulu; 2024.

Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. Profil Kesehatan Kota Bengkulu Tahun 2023. Bengkulu: Dinkes Kota Bengkulu; 2024.

RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Rekapitulasi Data Kasus Asfiksia Neonatorum 2023–2024. Bengkulu: RSUD Dr. M. Yunus; 2024.

Hasani M, et al. Analisis faktor risiko asfiksia neonatorum di RSUD Makassar. Jurnal Kebidanan Indonesia. 2024;12(2):101–9.

Mulyani N, Suyani R. Hubungan jenis persalinan dengan kejadian asfiksia di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Jurnal Ilmiah Kebidanan. 2025;7(1):33–9.

Saifuddin AB. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: EGC; 2016.

Sudarti. Asuhan Kebidanan pada Neonatus, Bayi dan Balita. Yogyakarta: Fitramaya; 2014.

Setiyaningsih R, Prihatanti E. Hubungan preeklampsia berat dengan kejadian bayi berat lahir rendah dan asfiksia neonatus di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 2025;9(1):44–51.

Melani D, Pratiwi L, Rahayu N. Berat badan lahir dan hubungannya dengan kejadian asfiksia neonatorum di RS Puspa Husada Bekasi. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan. 2025;14(2):85–92.

Rusnani, Yulianti D, Fitria N. Faktor-faktor yang berhubungan dengan asfiksia neonatorum di RS Harapan dan Doa Kota Bengkulu Tahun 2022. Jurnal Kesehatan Tambusai. 2022;4(1):33–41.

Salni A, Hartini L, Destariyani E. Komplikasi akibat asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 2024;10(2):115–22.

Mutiara A, Apriyanti F, Hastuti M. Hubungan jenis persalinan dan berat badan lahir dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan Tahun 2019. Jurnal Kesehatan Tambusai. 2020;1(2):42–9.

Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL. Obstetri Williams. Jakarta: EGC; 2022.

Lydia Lestari. Komplikasi Asfiksia Neonatorum. Bandung: Alfabeta; 2024.

Raufaindah L, Suryani E, Mardiyati N. Faktor risiko kejadian asfiksia pada neonatus di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Tahun 2022. Jurnal Kebidanan Nusantara. 2022;11(3):201–8.

Kurniarum A. Asuhan Persalinan Normal dan Komplikasi. Jakarta: Salemba Medika; 2016.

Murniati S, Rahmawati H, Dewi Y. Asuhan kebidanan neonatus dengan asfiksia neonatorum di ruang perinatologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Jurnal Kebidanan Indonesia. 2021;10(1):27–34.




DOI: http://dx.doi.org/10.24198/obgynia.v9i1.1023

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


     
 

Creative Commons License
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
  Web Analytics
  View My Stat