Pendidikan Era Pandemi COVID-19

Ruswana Anwar

Abstract


Sejarah pendidikan profesi kedokteran melalui proses yang panjang dan berliku, membutuhkan upaya berkelanjutan yang lebih baik. Tujuan pendidikan profesi adalah untuk mendidik para profesional mengupayakan penyebaran pengetahuan, mempunyai pola pikir kritis dan perilaku etis, kompeten dalam sistem pelayanan kesehatan perorangan dan masyarakat.Pada era pandemi COVID-19, diperlukan pendekatan sistem reformasi pendidikan professional yang terintegrasi dan kepemimpinan yang lebih baik.

Pandemi COVID-19 memberikan dampak menyeluruh termasuk pada pendidikan kedokteran. Sebagian besar rotasi mahasiswa kedokteran terhenti terkait pelayanan rumah sakit berfokus pada penanganan COVID-19 dan pembelajaran tatap muka dikelas serta praktik laboratorium ditunda, mahasiswa belajar secara jarak jauh. Pandemi COVID-19 telah merubah pelayanan publik dan potensi perubahan tatalaksana pendidikan kedokteran. Rotasi penugasan yang tinggi antar bagian dan ke berbagai RS jejaring akan meningkatkan risiko peserta didik sebagai faktor penyebab penyebaran. Meskipun demikian+ peserta didik PPDS juga memegang peranan terbesar pada pelayanan medis di RS pendidikan. Terdapat kekhawatiran yang tinggi peserta didik akan dampak COVID-19 pada proses pendidikan mereka.


Keywords


covid 19

Full Text:

PDF

References


Ahmed H, Allaf M, Elghazaly H. COVID-19 and medical education. The Lancet Infectious Diseases. 2020;20(7):777-8.

Gill D, Whitehead C, Wondimagegn D. Challenges to medical education at a time of physical distancing. Lancet (London, England). 2020.

Kachra R, Brown A. The new normal: medical education during and beyond the COVID-19 pandemic. Canadian Medical Education Journal. 2020;11(6):e167.

Rose S. Medical student education in the time of COVID-19. Jama. 2020.

Norris TE, Schaad DC, DeWitt D, Ogur B, Hunt DD. Longitudinal integrated clerkships for medical students: an innovation adopted by medical schools in Australia, Canada, South Africa, and the United States. Academic Medicine. 2009;84(7):902-7.

Celletti F, Reynolds TA, Wright A, Stoertz A, Dayrit M. Educating a new generation of doctors to improve the health of populations in low-and middle-income countries. PLoS Med. 2011;8(10):e1001108.

Kanmounye US, Esene IN. Letter to the Editor “COVID-19 and Neurosurgical Education in Africa: Making Lemonade from Lemons”. World Neurosurgery. 2020;139:732-3.

Kituno N. Junior doctors' rotations paused amid COVID-19 pandemic. Health Serv J. 2020;16.

Mann U, Nayak JG. The potential impact of COVID-19 on the Canadian Resident Matching Service: Unique future challenges faced by urology residency programs and applicants. Canadian Urological Association Journal. 2020;14(5):E167.

Lai J, Ma S, Wang Y, Cai Z, Hu J, Wei N, dkk. Factors associated with mental health outcomes among health care workers exposed to coronavirus disease 2019. JAMA network open. 2020;3(3):e203976-e.

Wald HS. Optimizing resilience and wellbeing for healthcare professions trainees and healthcare professionals during public health crises-Practical tips for an ‘integrative resilience’approach. Medical Teacher. 2020:1-12.

Lave J, Wenger E. Situated learning: Legitimate peripheral participation: Cambridge university press; 1991.

Hopman J, Allegranzi B, Mehtar S. Managing COVID-19 in low-and middle-income countries. Jama. 2020;323(16):1549-50.




DOI: http://dx.doi.org/10.24198/obgynia/v4n1.250

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Redaksi

 

KSM/Dep Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran RSUP Dr. Hasan Sadikin

Jl. Pasteur No 38 Bandung 40161 

Telp: 0813-2012-9954

Email: obgyniajurnal@gmail.com

 

 

 




Indexed By
         



Web Analytics
View My Stats

Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science @2017